Tips menghentikan kebiasaan anak memukul di usia balita

By On Friday, July 8th, 2016 Categories : Parenting, Tips Mendidik Anak
Tips menghentikan kebiasaan anak memukul di usia balita

Tips menghentikan kebiasaan anak memukul di usia balita (image source)

(Artikel ini ditulis oleh Guest Blogger : Ulfah Maspah Jihanur)

Tips menghentikan kebiasaan anak memukul di usia balita

Anak adalah kebanggaan orang tua yang akan melanjutkan garis keturunan kita. Sebagai titipan dari tuhan kita berharap banyak agar keturunan kita nanti menjadi seorang yang baik, sukses serta soleh/solehah. Banyak hal proses yang terjadi ketika seorang anak dilahirkan mulai dari 0-6 tahun di usia keemasan mereka. Kebiasaan memukul, menendang, menggigit, mencubit dan melempar barang biasanya terjadi pada usia anak 1 sampai 3 tahun, dan menurut para ahli hal ini wajar saja dan alamiah karena pada usia ini anak belum mampu mengungkapkan perasaan dan keinginannya serta pembendaharaan katanya yang masih sangat terbatas sehingga memukul menjadi salah satu cara untuk menyatakan keinginannya.

Sebagai orang tua terkadang kita takut bahwa anak yang suka memukul akibat orangtuanya yang tidak bisa mendidik anak dengan baik. Jangan berkecil hati selama kita masih punya kemauan untuk kebaikan buah hati kita harus tetap paham bahwa ini hanya proses dan mengarahkan anak untuk menyatakan keinginan dan emosi tidak harus dengan kekerasan seperti memukul. Memukul adalah reaksi alamiah ketika anak merasa kesal, marah dan frustasi tetapi apabila ini dibiarkan akan berbahaya pada kehidupan bersosialisasi anak karena anak dijauhi oleh teman temannya.

Berikut tips yang dapat dilakukan untuk menghentikan kebiasaan anak memukul di usia balita adalah :

1. Pengawasan dalam bermain.
Didalam menghentikan kebiasaan memukul anak agar tidak berlanjut Diperlukan pengawasan. Usahakan dalam sehari kita sesibuk apapun meluangkan sejenak 1 sampai 2 jam untuk melihat atau ikut serta dalam bermain bersama anak ini juga selain dapat mengawasi anak juga baik untuk psikologi anak. Ketika anak sedang bermain lalu suatu ketika hendak memukul kita harus dengan segera memegang tangannya dan katakan, “anak baik/anak pintar harus sayang teman  kalau sayang nanti dapat hadiah yang banyak.” Kalimat yang halus dan tidak kasar cukup efektif agar dia mengerti maksmaksud anda.

2. Mengalihkan perhatian
Apabila si anak mendengar arahan kita tersebut diatas segeralah mengalihkan perhatian si anak untuk mengajak ia bermain lagi atau bertepuk tangan sambil  tertawa bersama teman temannya atau hal lain yang dapat dilihat disituasi tersebut agar anak tidak mengingat untuk memukul lagi.

3. Hindari kata kata mengumpat atau celaan.
Sebagai orangtua kita dituntut untuk bersikap baik karena anak akan mengcopy paste apa yang kita lakukan dan ucapkan. Usahakan untuk tidak mengucapkan kata kata yang membuat harga diri anak jatuh seperti anak nakal, anak preman atau kata kasar lainnya karena itu justru membuat anak makin menjadi. 

4. Bersikap konsekuen
Tindakan  tegas perlu dilakukan agar anak mengerti bahwa memukul adalah tindakan yang tidak baik apabila didalam suatu permainan si anak terlihat beberapa kali memukul kita harus bersikap tegas dengan menyuruhnya berhenti bermain atau berhenti sejenak hanya dengan melihat temannya bermain atau mengajaknya pulang.

5. Mengajarkan anak kata-kata pengganti pukulan.
Memukul merupakan ekspresi diri anak, ada baiknya kita memberikan kata pengganti pukulan tersebut seperti “tidak” ini milikku sebagai alternatif pengganti memukul atau apapun itu agar dia paham bahwa memukul itu menyakiti. Ajarkan juga kepada anak untuk meminta dengan baik apabila menginginkan sesuatu serta ajari pula untuk berbagi mainan/makanan dengan anak lain.

6. Berikan perhatian atau reward.
Biasanya anak yang terbiasa memukul itu terkadang hanya menginginkan perhatian dari orang tua atau orang terdekatnya.Berikan cukup perhatian dan hadiah serta ciuman apabila ia berperilaku baik.

7. Hindari memukul, menjewer dan mencubit.
Perilaku anak yang suka memukul terkadang membuat kita geram apalagi dilakukan di depan umum, sebagai orangtua kita harus tetap sabar dan tenang menghadapinya. Usahakan untuk tidak memukul dan mencubit nya karena itu bisa membuat anak mencontoh perilaku kita dan perilaku memukul nya tidak berkurang.

8. Tontonan dan perilaku orang terdekat.
Jauhkan anak dari tontonan yang mengandung kekerasan walaupun itu film kartun karena banyak film kartun yang sarat akan kekerasan seperti dipukul, ditendang tidak mati-mati. Amati pula perilaku orang terdekat anak seperti ayah, adik,kakak atau siapapun di rumah ajak mereka untuk sama sama membantu agar memberi contoh yang baik sehingga si anak tidak menjadikan memukul sebagai sebuah kebiasaan.

9. Memberikan fasilitas atau aktivitas.

Kebiasaan anak memukul pada anak balita adalah dengan mengajaknya melakukan berbagai aktivitas yang dapat menjadi sarana untuk menyalurkan energinya secara positif. Sediakan berbagai mainan yang dapat mengasah kemampuan motorik, kognitif dan sosial emosionalnya atau bisa juga mengikutkannya pada kegiatan kegiatan olahraga selain berguna bagi kesehatannya juga mengajarkan dia bersosialisasi secara luas.


Semoga beberapa tips menghentikan kebiasaan memukul anak di usia balita tersebut dapat bermanfaat agar kita sedini mungkin dapat menanganinya sehingga tidak menjadi sebuah kebiasaan dan karakter yang menetap di dalam diri anak hingga dewasa nanti. 

Silahkan bagi artikel ini :
Tips menghentikan kebiasaan anak memukul di usia balita | urip setiawan | 4.5
Leave a Reply